Tentang aku

Setidaknya saat aku telah tiada. Tulisan ini tak akan pernah tiada. Dan kamu harus tau. Kamu adalah topik favorite obrolan ku sama Dia -Dari wanita yang diam-diam mencintaimu selama 5 tahun – 

aku masih sama terhadap kamu

Kau. Sudah hampir 4 tahun rasa ini tetap sama.

Mungkin kita memang tidak bisa bersatu. Tapi kenapa rasanya ingin terus tidak menghilang dari pandanganku. Kau dan aku berbeda. Berbeda dalam kesamaan.

Kau berwarna. Aku hitam putih yang hampir diwarnai olehmu. Tapi tak sempat karena terhalang waktu.

Kau ada di antara keajaiban. Aku berada pada orang yang seharusnya memiliki kamu. Tapi roda keajaiban menjauh kan aku dari kamu.

Kau ada di setiap harapan. Aku selalu bermain bersama harapan berharap bisa menjadi milikmu. Tapi kenyataan merampas kau dari ku.

Kau selalu bersama bayangan hitam. Aku bersama angan ku mengikuti bayanganmu. Tapi gelap sengaja menghapus bayanganmu di hadapanku.

Kenapa kita selalu salah di waktu. Selalu salah dan tidak pernah tepat waktu. Sejujurnya kita sama dalam perbedaan. Aku sudah berusaha terlalu lama. Aku sudah berusaha sejak dini. Dan aku sendiri.

Saat ini. Kau berwarna bersama langit biru. Sedangkan aku yang selalu menunggu warnamu merasa cemburu saat kau mesra bersama biru nya langit.

Saat ini. Kau bersama hakuna matata. Keajaiban yg dipercaya orang Afrika. Aku yang sedari dulu memimpikanmu merasa terombang oleh keajaiban dirimu.

Saat ini. Kau bersama kenyataan. Kenyataan kau harus bersamanya. Aku yang sengaja berlagak bahagia sewaktu tau kenyataan merampasmu.

Saat ini. Kau bersama bayangan putih. Gelap berhasil membawa mu pergi jauh dariku. Aku saat ini terkurung dalam kegelapan, hitam putih, harapan, dan keajaiban untuk menunggu kau datang kepadaku

“Aku rindu kamu.  Bahkan detikpun tidak dapat menjelaskan  seberapa seringnya aku merindukan kamu”

By : Unknown (edited by me)

Ya, akhir-akhir ini aku sering memikirkan kamu. Dan mengingat kisah-kisah kita yang terdahulu. Rasanya aku semakin jatuh cinta padamu. Tapi, mungkin, hanya aku satu-satunya yang merasakan itu. Semakin aku melihat banyaknya perubahan yang terjadi, aku yang semakin cinta, aku yang semakin ingin, dan aku yang semakin membutuhkanmu, dan kamu yang semakin terbiasa dengan keadaan yang biasa-biasa saja. Jujur, aku sulit beradabtasi dengan situasi seperti ini. Aku rindu ketika pertama mengenalmu, masih teringat jelas bagaimana caramu menatapku, dan kemudian sikapmu yang seolah-olah membuatku merasa menjadi seseorang yang paling penting di hatimu. Padahal. Sebenarnya cuma kesalahpahaman yang telah aku tanamkan. Cuma rasa yang tak pernah kamu gubris untuk ku

Dan sekarang aku benci ini!!! FAKTANYA !!! Justru, aku membutuhkan kamu, lebih dari apa yang kamu pikirkan, berkali-kali lipat dari yang sebelumnya. Aku memikirkan kamu lebih dari yang sebelumnya, dan aku mengingini kamu lebih dari yang sebelumnya juga.

Banyak rasa cemburu, khawatir, dan takut yang selalu menyinggahi pikiranku. Entah karena kamu yang mungkin sudah banyak merubah diri dan kondisi, atau karena masa laluku, dan juga wanita-wanita baru yang sengaja ingin kamu kenali walaupun hanya lewat mata.  Dan ketika waktu telah menunjukkan kebenarannya padaku, benci seakan mendominasi seluruh pikiranku. Dan hatiku, seakan kembali sakit, walaupun ada dia sekarang menjaga hatimu.

Buat aku, duniaku kini sudah berubah lebih banyak, aku yang sangat mencintai kamu, dan hanya mengingini kamu yang menjadikan aku satu-satunya kamu. Bukan hanya perihal setia. Aku tahu, hal ini akan menjadi sesuatu yang sulit untuk sama-sama dijalani. Tapi, seberapa banyak pria yang aku kenal, seberapa banyak masa lalu yang kembali bersinggah, seberapa menyebalkan diriku yang sering menuntut perhatian lebih darimu, seberapa banyak amarahku kepadamu perihal sebab yang sepele, aku hanya ingin kamu tahu, sulit untukku, untuk benar-benar melupakan kamu

Aku tahu, sulit untukmu, untuk benar-benar menjadikan aku satu-satunya di hatimu. Karena semua tidak akan mungkin,bukan? Aku tahu, aku tidak mungkin pernah menjadi seseorang yang lebih di matamu. Tapi, bolehkah aku meminta satu hal kepadamu?

Bisakah kamu berpura-pura menoleh kearahku? Bisakah dilakukan dalam waktu sebentar? Sekali aja. Setelah itu aku akan menjauh. Aku janji.

Apakah kamu bersedia menerima tawaranku?

Buat Tuan Sempurna. Hi !!

Embun nggak perlu warna biar bisa bikin daun jatuh cinta.  Sama kayak aku ,aku nggak punya alasan nggak jatuh cinta sama kamu”

Cuma gak ngerti aja sama keadaan dan bertanya ini apa. Padahal sudah tahu. Ya Cuma hendak menghibur diri. Kadang pelangi enggan hadir sesudahnya hujan. Kadang pelangi tidak hadir disetiap hujan. Aku tahu sosok kamu ada tapi ternyata gak ada. Aku tahu sosok kamu bersama tapi ternyata gak selamanya. Lucu ya ?!! Oh tunggu. Aku merasa mataku mulai memanas ya sedikit ada air. Air apa ini? Darimana asalnya? Siapa yang telah membuat air ini jatuh? . TIDAAAKKK !! Airnya jatuh. Jangan berpikir bahwa aku cengeng. Bukan cengeng, hanya saja gak kuat nahan rasa sakitnya. Bukan lemah, hanya saja rasa ini gak sanggup di ungkapkan. Tak ada yang salah denganmu. Kau tak salah akan rasa sakit aku ini. Aku tak akan menuntut tanjungjawabmu. Bahkan aku telah memohon pada karma agar tak memberi imbalan padamu. Dan bahkan aku menyuruh agar malaikat tak menghitung setiap bulir-bulir air yang turun dari pelupuk mataku karena kau. Jadi kau bisa hidup bahagia sekarang dan……. Selamanya bersamanya. Justru karena aku mencintaimu aku tak menginginkan kamu !! Kita hanya bertemu karena kebetulan takdir. Takdir keceplosan menulis namamu dan namaku secara bersama. Ternyata takdir menuliskan namaku menggunakan tinta permanen sedangkan pada saat yang sama namamu berhasil dihapus menggunakan penghapus permanen. Maka dari itu mengapa hanya aku saja yang merasakan rasa ini. Rasa yang tak terbalaskan. Bodoh. Rasa yang sia-sia !! Sungguh aku tak menyalahkan takdir. Justru aku menyadari kau punya arti penting karena telah hadir. Kau hadir untuk mengajari aku rasanya jatuh cinta, Tuan Sempurna. Mengajari rasa mencintai yang telah dicintai , Rasa mencintai yang tak dicintai, Rasa mencintai yang tak ingin dicintai. Mengajari rasanya pengorbanan dan usaha yang sama sekali tak dihargai. Tenanglah, Tuan Sempurna. Kau tak melukai aku sedikitpun. Setipis apapun kau tak menyakitiku. Aku baik-baik saja .Pergilah bersama gadis yang telah merebut hatimu. Kau pasti sering tertawa bersamanya. Kau bahagia bersamanya. Aku jamin! Sebagai jaminan, kau bisa datang ke hati ku saat kau merasa dirugikan. Aku tak akan bertanya mengapa baru sekarang? Mengapa baru setelah disakiti?. Sesungguhnya, aku hanya pemaling ulung yang sebenarnya butuh tapi terlalu takut mencoba. Walaupun begitu, aku tak pernah takut mencoba mengenal kamu yang tak ingin mengenal aku. Aku juga tak takut mencoba tersenyum walau tanpa sapaan dan mengaggumi kamu yang tak ingin dikagumi olehku. Walaupun tulisan ini selesai tetapi cerita ini belum selesai……

Baca saja jika mau !!

                       Percakapan kosong. Tak ada yang memulai. dimulaipun tetap saja berkesan kosong. Hampa. Huh. Mau mulai percakapan? Iya. Tapi kenapa harus aku yang duluan? Kenapa gak dia aja? Halah. Cinta yang rumit. Kenapa pilihan dan pemikiran kita selalu sama. Jangan buat aku berpikiran segala positif arah jika memang kita tidak bisa bersatu. Aku terlalu muak bermain dengan keadaan ini. Aku ingin bermain dengan waktu dan realita, tetapi tetap aja hati tidak mungkin sanggup menerima realita dan waktu. Karena mereka teralu sakit. Padahal mereka membawa sejuta kejujuran yang katakanlah pahit. Selalu peka dengan apa yang aku kodekan. Kadang dilakukan! Apa maunya?! Kadang datang dan pergi sesuka hati. Hei ini hati, punya pintu. Bisa saja mengunci kamu yang sudah masuk, tapi aku gak mau nanti kau seperti anak kecil yang meronta menangis tersedu-sedu meminta keluar dari ruangan hati yang sempit ini. Menyedihkan !! Mengenal cinta?! Cinta pertama lagi?! Huh. sungguh aku tak pernah menyangka kalau kau lah cinta pertamaku. Menyangkalpun apalagi, tak bisa. Bagaimana mungkin seorang kamu bisa buat aku beku dan berdebar. Saat kau dekat, saat kau tertawa, bahkan saat kau marah. Bagaimana mungkin seorang kamu, aku bisa semangat setiap harinya. seorang kamu bisa membuat aku galau seharian penuh. Aku tahu kalau kamu tidak bisa mencintai aku sebagaimana aku. Sudah kamu katakan hal itu sebelum sempat aku mengaku terlebih dahulu. Aku tidak pernah menyesal telah menjatuhkan hati yang pertama kali kepada mu. Sungguh !! Bukankah mengenal cinta itu anugerah?! Aku bersyukur karena kamu aku mengenal cinta, aku merasa berdebar-debar, aku merasakan bagaimana rasanya mencintai tanpa dicintai , mencintai yang telah dicintai. Itu anugerah. Aku menjalaninya, menjalani setiap rasa dari cinta itu. Walaupun itu bertepuk sebelah tangan !! Tak peduli akan hal itu. Tak peduli seberapa terluka itu dan tak peduli seberapa sakit itu.

“Sometimes I wish I was a little kid again. Skinned knees are easier to fix than broken heart”

SA

Dalam gelap, aku tak bisa melihat sebiru apa langit itu

Aku terlalu nyaman dengan rahasia ini. Aku menyelipkan perasaanku di antara keseharianku

Aku memilih sendiri. Menyepi. Membenci diri yang tak bisa jujur padamu

Sesungguhnya, aku tak tahan lagi. Semakin besar kurasa jarak diantara kita

Kau semakin sulit kuraih – dengan atau tanpa sunyi di bibirku ini –

Dan aku mulai bosan dengan gelap. Jenuh dengan segala rahasia

Karenanya, hari ini kuputuskan untuk berterus terang padamu.  Bertanya dengan segenap tetes keberanianku

“Maukah bersamaku menikmati birunya langit hari ini?”

J’taime :*

Kau dan dia saling cinta padahal aku yang lebih dulu mencintai engkau, merasa tersakiti. Ibarat garam diatas luka rasanya. Sakit kali.  Kau seolah-olah merasa bahagia atas luka ini. Seakan-akan kau terus-terusan menggores dan menggores.

Huh

Aku rasanya ingin kembali kemasa kanak-kanak. Dimana aku belum mengenal bahkan mengerti dengan kata CINTA. Lihatlah mereka !! mereka selalu bahkan terlalu bahagia. Tertawa bersama teman naik sepeda, menangis pun karena permen, balon dan mainan.

Mungkin aku sama mereka sama. Sama-sama menangis, tapi beda penyebabnya. Mereka karena balon, nah aku karena kau.

“Tegarkan aku saat kau memilih dirinya, Pergi cinta, lupakan lah aku cinta, kurelakan dia ada dipelukmu”

Dulu aku pikir, mengenal cinta itu indah. Memang !! Memang indah tapi sesaat. Apalagi saat aku mengenal cinta tetapi cinta dalam diam, cinta tapi hanya melihat dari kejauhan, cinta tapi gak bisa diungkapkan, cinta saat berdebar-debar kau ada, cinta tapi hanya bisa menyebut namamu setelah kau berpaling. Nah ini sering disebut Screet Admirer.  Menjadi seperti ini adalah aku.

Kata orang mengenal cinta itu indah, tapi aku gak merasa indah, bahkan sakit, Iya. Haha.. aku gpp diginiin, aku udah biasa. Aku bisa menemukan Second Love kok.

“Bukankah setelah satu, dua, ya kan  “